Sejarah Dusun Kerre'an Dajah

Sejarah Dusun Kerre'an Dajah


Dusun kerre;an dejeh sejarah awal disebut dusun kerrean dejeh tersebut mengambil dari filosofi  nasi masih ada sisa-sisa di bawah yang masih menempel di dalam panci. Dalam bahasa madura disebut “kerre”. Dari itulah dengan adanya filosofi  “keere’’yang selalu ada dibawah maka dusun tersebut di namakan kerre’an dengan harapan orang-orang yang ada di desun tersebut selalu merendahkan diri dan sabar meski ada di bawah. Dengan adanya kesabaran maka di yakini orang tersebuat akan di angkat derajatnya oleh allah  swt. Munculnya kata “dejeh” yang artinya utara karena lokasinya ada di sebuah utara atau dejeh (dalam bahasa madura) sehingga dusun tersebut diinamakan Kerre’an dejeh.


Dusun kerre’an dejeh adalah dusun terluas kedua dari dusun sambaban desa gedungan kecamatan blega, di dalam dusun ini terdapat satu kampung yaitu bangsokah.bangsokah diambil dari nama angsokah nama sebutan pangeran dari kerajaan bangkalan, pangeran tersebut sangat disegani oleh warga sekitar maupun warga dusun lain karena diaanggapnya pangeran tersebut berilmu tinggi dan keturunan dari sebuah kerajaan selain itu pangeran tersebut adalah salah satu orang yang mengajarkan agama islam di sekitar desa geddungan. Dusun kerre’an dejeh dihuni kurang lebih tujuh puluh empat rumah dan kurang lima ratus jiwa dengan mata pencarian sebagai petani tidak jauh berbeda dari dusun-dusun yang lain. Petani dusun kerre’an dejeh juga menanam padi, kacang-kacangan, jagung.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.