Sejarah Desa Pangeran Gedungan


     Sejarah Desa Pangeran Geddungan

Pangeran Geddungan adalah salah satu wilayah di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Secara geografis, Desa Pangeran Geddungan merupakan wilayah dataran tinggi dengan curah hujan rata-rata 23,24 mm yang menunjang kesuburan daratan tanah.
Menurut penduduk setempat, nama Pangeran Geddungan diangkat dari nama sebuah makam seorang musyafir dari Arab yang ada di Desa Pangeran Geddungan. Kata “Pangeran” merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang, sedangakan “Geddungan” berasal dari bahasa Madura yang terdiri dari kata “Geddung” (Terbungkus) dan “La’an” (Sudah) yang berarti sudah terbungkus (dengan kain kafan).
Pada zaman dahulu, ada seseorang bernama Syekh Abdulloh, beliau adalah sosok kharismatik yang sangat disegani dan dikagumi oleh semua orang. Dalam kehidupan sehari-hari, beliau selalu memberi kedamaian dan kenyamanan sehingga masyarakat memberikan gelar Pangeran untuk beliau. Konon, beliau adalah seorang pengembara yang selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun, pada akhir hayatnya beliau meninggal di Desa ini. Untuk mengenang jasa-jasanya, nama makam Syekh Abdullah dijadikan sebagai nama Desa Pangeran Geddungan, yang hingga saat ini makan beliau masih berada di tengah-tengah Desa Pangeran Geddungan.


Narasumber : Tokoh Masyarakat

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.